08 Juni 2009

Vidi Aldiano - Nuansa Bening

Oh..tiada yang hebat dan mempesona 
Ketika kau lewat di hadapanku 
Biasa saja... 

Waktu perkenalan lewatlah sudah 
Ada yang menarik pancaran diri 
Terus mengganggu 

Mendengar cerita sehari-hari 
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan 

Reff : 
Kini terasa sungguh 
Semakin engkau jauh 
Semakin terasa dekat 
Akan ku kembangkan 
Kasih yang kau tanam 
Di dalam hatiku 

Oh, tiada kejutan pesona diri 
Pertama kujabat jemari tanganmu 
Biasa saja... 

Masa pertalian terjalin sudah 
Ada yang menarik bayang-bayangmu 
Tak mau pergi 

Dirimu nuansa-nuansa ilham 
Hamparan laut tiada bertepi 

Back to Reff 

Menatap nuansa-nuansa bening 
Tulusnya doa bercinta


Vidi Aldiano - Cinta Jangan Kau Pergi

Ku sadari kesalahan ini 
Yang membuat segalanya gelap jadinya 
Ooh kasihku 
Kuharap kau mau memaafkan 
Menerima pengakuanku 
Jangan kau diam lagi 
Ku tak sanggup menahan 
Bicaralah kau sayang 
Jiwa ini tak tenang 

Reff : 
Cinta jangan kau pergi 
Tinggalkan diriku sendiri 
Cinta jangan kau lari 
Apalah arti hidup ini 
Tanpa cinta dan kasih sayang 

Ooh kasihku 
Ku harap kau mau memaafkan 
Menerima pengakuanku 
Jangan kau diam lagi 
Ku tak sanggup menahan 
Bicaralah kau sayang 
Jiwa ini tak tenang 

Back to Reff 

Uhh..uhh... 
Cinta jangan kau pergi... huu... 
Tinggalkan diriku sendiri 
Cinta jangan kau lari 
Apalah arti hidup ini 
Tanpa cinta dan kasih sayang (2x)


Vidi Aldiano - Status Palsu

Separuh hati denganmu 
Kujalani cintaku 
Berusaha tuk jadi kekasih 
Aku menipu dirimu 
Ku bilang cinta padamu 
Tapi dariku itu yang terbaik 
Kau bukan pilihan 
Karena ku tak sedikitpun Hasratku padamu 

Reff : 
Terpaksa aku mencintai dirimu 
Hanya untuk status palsu 
Setengah hati kujalani cinta 
Karena aku tak suka denganmu 
Kuberikan cintaku 
Meski tak stulus hatiku 

Kuharapkan engkau tak pernah tau 
Rasa cintaku padamu 
Hanya dibibir saja 
Tak sedikitpun hati bicara 
Semoga selama ini 
Kau tak tau bahwa sesungguhnya 
Aku tak mencinta 

Back to Reff 

Jika aku bisa menjadi lelaki pujaan 
Yang selalu engkau impikan


Vidi Aldiano - Selamat Untukmu

Kupersembahkan lagu ini 
Semoga kau bahagia selalu 
Mentari pagi ini 
Berseri menyambutmu 
Tak terasa hari ini 
Tambah satu usiamu 
Tahun tlah berganti 
Usiapun menyusuri 
Jelang waktu yang terus berlalu 
Harapku kau bahagia 
Dihari milikmu 
Dan semoga tahun ini 
Mengawali sinarmu 
Indah kan seindah nirwana 
Nan seputih kasih 
Hening sebening sinarmu 

Reff : 
Kupersembahkan lagu ini 
Slamat untukmu 
Semoga kau bahagia selalu 
Kupersembahkan lagu ini 
Slamat untukmu 
Semoga kasih selalu bersamamu 
Lupakan duka, gapai citamu 
Doaku bersamamu untuk selamanya 
Sikap dewasa 
Membuka alam jiwa yang suci 
Bekal kehidupan nanti


Vidi Aldiano - Aku Terlena

Aku terlena pada wanita yang dulu ku anggap biasa 
Kau yang membuatku terbang semakin tinggi di awan 
Membawa semua khayalan yang kau ceritakan 
Kau katakan cuma aku di dunia (woo... aku tersanjung) 
Yang dapat merenggut segala cinta... 
Mungkin aku masih terlalu muda usia 
Tak dapat menahan bangga di dada 
Hingga saat kita tak jumpa berasa ingin ku mencari kemana arahnya 
Saat ku merindu dan semua ceritamu berubah menjadi wajahmu 
Dan aku terlena 
Aku seperti tak punya tulang bagaikan selimut tidur yang selalu diam 
Menanti kau datang menggerakkan (aku terlena woo...) 
Aku seperti tak punya tulang bagaikan selimut tidur yang selalu diam 
Menanti kau datang menggerakkan (aku terlena) 
Aku terlena pada wanita yang dulu ku anggap biasa 
Aku terlena pada wanita yang dulu ku anggap biasa 
Kini aku terlena dan karena seringnya kita bertemu sepanjang waktu woo... 
Baru berasa aku tergila gila (apa yang kulihat semua berubah menjadi dirimu) 
Kini aku terlena dan karena seringnya kita bertemu sepanjang waktu woo... 
Baru berasa aku tergila gila (tergila gila) terlena (terlena) 
Karena cinta woo... 
Aku terlena woo...


Vidi Aldiano - Aku Bisa

Aku bisa... Aku mampu 
Menjadi terbaik yang ku mau 
Hidup hanyalah sekali saja 
Mengapa dunia engkau sia-sia 
Ku tau kini saat yang pasti 
Aku kan mengejar matahari 
Derita yang ku alami dahulu 
Tak mungkin menghambat angan citaku 
Ku sambut hari depanku nanti 
Bagai cahaya meniti pelangi 

Reff : 
Aku bisa... Aku mampu 
Menjadi terbaik yang ku mau 
Aku bisa... Aku mampu 
Warnai hidupku kian berarti 
Ooh... Ooh... 
Tak ada hari tanpa memperbaiki diri 
Ku ingin mewujudkan yang terbaik dariku


Vidi Aldiano - Kunanti Candamu

Kaulah yang paling terindah 
Yang pantas kurindukan 
Hingga mampu mengikat erat 
Semua hari-hari yang kulalui 
Dan selalu menjerat ke alam kerinduan 
Yang sangatlah dalam 
Tak pernah ku bisa lupakan dirinya 
Walau sejenak saja 
Ku ingin kau kembali tersenyum 
Bukanlah sedih dan menangis 
Maafkan kesalahan 
Saat kita masih bersama 
Dan bawalah aku melayang 
Mendayung cinta di awan 
Akankah kembali dan kunikmati lagi 

Reff : 
Slalu kunanti candamu kembali 
Tak pernah lelah hatiku 
Kan tetap disini... dan selalu kunanti 
Candamu kembali 
Slalu kunanti candamu kembali 
Kuingin memiliki lagi... slalu kunanti 
Candamu kembali


Vidi Aldiano - Ada Satu

Aku tak kuasa 
Melupakan dirimu 
Walaupun sedetik saja 
Berasa terhenti nafasku tanpamu 
Berada disisiku 
Aku tak rela 
Bila hari yang ku lewati 
Tanpa kau disini 
Ku tak pernah yakin di dunia ini 
Ada yang sepertimu 
Hanya satu... Kamu... 
Ada satu... dihatiku 
Ada satu... dihidupku 
Ada satu... dicintaku 
Ada satu kamu... 
Aku tak kuasa 
Melupakan dirimu 
Walau sedetik saja 
Aku tak rela 
Bila hari yang ku lewati 
Tanpa kau disini 
Berasa terhenti nafasku tanpamu 
Berada disisiku


Lirik Vidi Aldiano - Kisah Kita

Hari ini... begitu berarti 
Tiga tahun sudah, kita tlah lewati 
Malam ini... hanya kau dan aku 
Mengenang semua rasa yang pernah ada 
Masa-masa yang indah penuh warna 
Dan juga canda ceria 
Akankah kita temui kebahagiaan 
Seperti ini nanti 
Slamat tinggal kasih 
Hapuslah air matamu 
Aku pergi jauh namun kan kembali 
Slamat tinggal sayang 
Smoga kau dan aku 
Akan terus abadi menyatu 
Menjaga perasaan itu 
Jadikan hari ini, sebagai satu kisah 
Yang manis dan kan terus dikenang


Vidi Aldiano - Pelangi Di Malam Hari

Apa saja yang membuatmu bahagia
Telah ku lakukan untukmu
Demi mengharapkan cintamu
Kini ku bagai menanti
Datangnya pelangi
Di malam hari yang sepi
Ku sadari yang telah ku lakukan
Membuat hatimu terpenjara
Dan tak kuasa ku membukanya
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
Kunci hatimu patah tak terganti

Reff :
Cinta tak harus memiliki
Tak harus menyakiti
Cintaku tak harus mati
Oh cinta
Tak harus bersama
Tak harus menyentuhmu
Membiarkan dirimu dalam bahagia
Walau tak disampingku
Itu ketulusan cintaku


Vini Aldiano - Cemburu Menguras Hati

Tiga hari kunanti
Jawabanmu oh kasih
Setiap saat ku harap
Ada keajaiban dalam dirimu
Indahnya masa lalu
Tergores amarahku
Cemburu menguras hati
Galau kini menyiksa diri
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Reff :
Kembalilah kau kekasihku
Jangan putuskan kau tinggalkan aku
Sekalipun sering ku menyakitimu
Tapi hanya kaulah pengisi hatiku
Oo… Maafkan aku
Oo… Maafkan egoku
Oo… Maafkan diriku


Vidi Aldiano Biography - Oxavia Aldiano


Dulu penyanyi solo pria di Indonesia jarang. Kini boleh dikata jumlahnya tak terbilang. Dan blantika musik Indonesia akan lebih bergairah dengan kehadiran seorang anak muda yang fresh dengan segudang talenta. Namanya Vidi Aldiano. Cowok kelahiran Jakarta 29 Maret 1990 yang berstatus mahasiswa semester satu Universitas Pelita Harapan jurusan Teknik Elektro. Vidi menyodorkan album solo yang bertajuk ”Pelangi di Malam Hari”.

Vidi itu menyukai:
- Fotografi dan menyukai segala hal yang berhubungan manipulasi foto
- Ngulik komputer makanya sampai disebut Computer Freak
- Segala hal yang berhubungan dengan gadget


Vidi mengidolakan:
- Craig David. Karena Craig David itu biarpun bernyanyi dengan tempo cepat tapi tetap bermelodi
- Jason Mraz. Karena lagu-lagunya keren dan groove banget


Tempat tongkrongan favorit:
Brewww – Café Lounge, Kemang. Selain jadi tempat yang asyik buat hang out bareng teman-teman, Vidi juga tampil reguler disana.

Ritual sebelum menyanyi:
Ke toilet dan relaksasi.

Top Quote tentang Vidi:
“….Kamu mempunyai bakat dalam menyanyi. Vokal kamu benar. Intonasinya juga benar. Vibrasinya lumayan enak…….” (Indra Lesmana – saat Vidi masuk Top 100 Indonesian Idol 2006).



21 Maret 2009

"All The Things She Said"

All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
Running through my head
(Running through my head)

All the things she said
All the things she said
Running through my head 
Running through my head 
(Running through my head)
This is not enough

I'm in serious shit, I feel totally lost
If I'm asking for help it's only because
Being with you has opened my eyes
Could I ever believe such a perfect surprise?

I keep asking myself, wondering how
I keep closing my eyes but I can't block you out
Wanna fly to a place where it's just you and me
Nobody else so we can be free
Nobody else so we can be free

All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
Running through my head
(Running through my head)
All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
All the things she said
All the things she said
(All the things she said)
This is not enough
Ya Soshla S Uma - Ma!
This is not enough
All the things she said
All the things she said

And I'm all mixed up, feeling cornered and rushed
They say it's my fault but I want her so much
Wanna fly her away where the sun and rain
Come in over my face, wash away all the shame
When they stop and stare - don't worry me
'Cause I'm feeling for her what she's feeling for me
I can try to pretend, I can try to forget
But it's driving me mad, going out of my head

All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
Running through my head
All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
All the things she said
All the things she said
This is not enough
This is not enough
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said, she said
All the things she said
All the things she said

Mother looking at me
Tell me what do you see?
Yes, I've lost my mind

Daddy looking at me
Will I ever be free?
Have I crossed the line?

All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
Running through my head
All the things she said
All the things she said
Running through my head
Running through my head
All the things she said
All the things she said
This is not enough
This is not enough
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said
All the things she said. 

Jepang

Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon, nama resmi: Nipponkoku/Nihonkoku dengarkan) adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

Jepang memiliki sekitar 3.700 pulau.[5] Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.

Menurut mitologi tradisional, Jepang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada abad ke-7 SM. Kaisar Jimmu memulai mata rantai monarki Jepang yang tidak terputus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana, shogun, pihak militer, dan memasuki zaman modern, di tangan perdana menteri. Menurut Konstitusi Jepang tahun 1947, Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar Jepang dan Parlemen Jepang.

Sebagai negara maju di bidang ekonomi, Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua setelah Amerika Serikat, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Jepang adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, G8, OECD, dan APEC. Dari segi anggaran pertahanan, Jepang menempati urutan ke-6 dalam daftar negara dengan anggaran militer terbesar. Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di dunia. Sebagai negara maju, penduduk Jepang memiliki standar hidup yang tinggi (peringkat ke-8 dalam Indeks Pembangunan Manusia) dan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut perkiraan PBB.[6] Dalam bidang teknologi, Jepang adalah negara maju di bidang telekomunikasi, permesinan, dan robotika.

Nama Jepang

Jepang disebut Nippon atau Nihon dalam bahasa Jepang. Kedua kata ini ditulis dengan huruf kanji yang sama, yaitu 日本 (secara harfiah: asal-muasal matahari). Sebutan Nippon sering digunakan dalam urusan resmi, termasuk nama negara dalam uang Jepang, prangko, dan pertandingan olahraga internasional. Sementara itu, sebutan Nihon digunakan dalam urusan tidak resmi seperti pembicaraan sehari-hari.

Kata Nippon dan Nihon berarti "negara/negeri matahari terbit". Nama ini disebut dalam korespondensi Kekaisaran Jepang dengan Dinasti Sui di Cina, dan merujuk kepada letak Jepang yang berada di sebelah timur daratan Cina. Sebelum Jepang memiliki hubungan dengan Cina, negara ini dikenal sebagai Yamato (大和). Di Cina pada zaman Tiga Negara, sebutan untuk Jepang adalah negara Wa (倭).

Kata Jepang dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Cina atau kemungkinan bahasa Cina dialek Wu. Bahkan kata Jepang dalam bahasa Melayu yang dibawa ke Dunia Barat. Bahasa Melayu kuno menyebut negara ini sebagai Jepang (ejaan bahasa Malaysia: Jepun) yang merupakan istilah pinjaman dari bahasa Cina. Pedagang Portugis mengenal sebutan untuk negara ini dalam bahasa Melayu ini ketika berada di Malaka pada abad ke-16. Mereka lah yang pertama kali memperkenalkan nama bahasa Melayu untuk negara ini ke Eropa. Dokumen tertua dalam bahasa Inggris yang menyebut tentang Jepang adalah sepucuk surat dari tahun 1565. Di dalamnya bertuliskan kata Giapan. Marco Polo menyebut negara ini sebagai Cipangu.

Dalam bahasa Cina dialek Shanghai yang termasuk salah satu dialek Wu, aksara Tionghoa 日本 dibaca sebagai Zeppen ([zəʔpən]). Dalam dialek Wu, aksara 日 secara tidak resmi dibaca sebagai [niʔ] sementara secara resmi dibaca sebagai [zəʔ]. Dalam beberapa dialek Wu Selatan, 日本 dibaca sebagai [niʔpən] yang mirip dengan nama dalam bahasa Jepang.

Sejarah

Prasejarah

Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang telah dihuni manusia purba setidaknya 600.000 tahun yang lalu, pada masa Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi pada masa jutaan tahun yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui jembatan darat (dengan Sakhalin di utara, dan kemungkinan Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan manusia, hewan, dan tanaman ke kepulauan Jepang dari wilayah yang kini merupakan Republik Rakyat Cina dan Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM.

Dengan berakhirnya zaman es terakhir dan datangnya periode yang lebih hangat, kebudayaan Jomon muncul pada sekitar 11.000 SM, yang bercirikan gaya hidup pemburu-pengumpul semi-sedenter Mesolitik hingga Neolitik dan pembuatan kerajinan tembikar terawal di dunia. Diperkirakan bahwa penduduk Jomon merupakan nenek moyang suku Proto-Jepang dan suku Ainu masa kini.

Dimulainya periode Yayoi pada sekitar 300 SM menandai kehadiran teknologi-teknologi baru seperti bercocok tanam padi di sawah yang berpengairan dan teknik pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dibawa serta migran-migran dari Cina atau Korea.

Dalam sejarah Cina, orang Jepang pertama kali disebut dalam naskah sejarah klasik, Buku Han yang ditulis tahun 111. Setelah periode Yayoi disebut periode Kofun pada sekitar tahun 250, yang bercirikan didirikannya negeri-negeri militer yang kuat. Menurut Catatan Sejarah Tiga Negara, negara paling berjaya di kepulauan Jepang waktu itu adalah Yamataikoku.

Zaman Klasik

Bagian sejarah Jepang meninggalkan dokumen tertulis dimulai pada abad ke-5 dan abad ke-6 Masehi, saat sistem tulisan Tionghoa, agama Buddha, dan kebudayaan Cina lainnya dibawa masuk ke Jepang dari Kerajaan Baekje di Semenanjung Korea. Perkembangan selanjutnya Buddhisme di Jepang dan seni ukir rupang sebagian besar dipengaruhi oleh Buddhisme Cina.[7] Walaupun awalnya kedatangan agama Buddha ditentang penguasa yang menganut Shinto, kalangan yang berkuasa akhirnya ikut memajukan agama Buddha di Jepang, dan menjadi agama yang populer di Jepang sejak zaman Asuka.[8]
 
Jepang dapat mengusir dua kali invasi Mongol ke Jepang (1274 dan 1281)

Melalui perintah Revolusi Taika pada tahun 645, Jepang menyusun ulang sistem pemerintahannya dengan mencontoh dari Cina. Hal ini membuka jalan bagi kekuatan filsafat Konfusianisme Tionghoa yang dominan di Jepang hingga abad ke-19.
 
Patung Buddha di Todaiji, Nara, yang dibuat pada tahun 752.

Periode Nara pada abad ke-8 menandai sebuah negeri Jepang dengan kekuasaan yang tersentralisasi. Ibu kota dan istana kekaisaran berada di Heijo-kyo (kini Nara). Pada zaman Nara, Jepang secara terus menerus mengadopsi praktik administrasi pemerintahan dari Cina. Salah satu pencapaian terbesar sastra Jepang pada zaman Nara adalah selesainya buku sejarah Jepang yang disebut Kojiki (712) dan Nihon Shoki (720).[9]

Pada tahun 784, Kaisar Kammu memindahkan ibu kota ke Nagaoka-kyō, dan berada di sana hanya selama 10 tahun. Setelah itu, ibu kota dipindahkan kembali ke Heian-kyō (kini Kyoto). Kepindahan ibu kota ke Heian-kyō mengawali periode Heian yang merupakan masa keemasan kebudayaan klasik asli Jepang, terutama di bidang seni, puisi dan sastra Jepang. Hikayat Genji karya Murasaki Shikibu dan lirik lagu kebangsaan Jepang Kimi ga Yo berasal dari periode Heian.[10]

Zaman Pertengahan

Abad pertengahan di Jepang merupakan zaman feodalisme yang ditandai oleh perebutan kekuasaan antarkelompok penguasa yang terdiri dari ksatria yang disebut samurai. Pada tahun 1185, setelah menghancurkan klan Taira yang merupakan klan saingan klan Minamoto, Minamoto no Yoritomo diangkat sebagai shogun, dan menjadikannya pemimpin militer yang berbagi kekuasaan dengan Kaisar. Pemerintahan militer yang didirikan Minamoto no Yoritomo disebut Keshogunan Kamakura karena pusat pemerintahan berada di Kamakura (di sebelah selatan Yokohama masa kini). Setelah wafatnya Yoritomo, klan Hōjō membantu keshogunan sebagai shikken, yakni semacam adipati bagi para shogun. Keshogunan Kamakura berhasil menahan serangan Mongol dari wilayah Cina kekuasaan Mongol pada tahun 1274 dan 1281. Meskipun secara politik terbilang stabil, Keshogunan Kamakura akhirnya digulingkan oleh Kaisar Go-Daigo yang memulihkan kekuasaan di tangan kaisar. Kaisar Go-Daigo akhirnya digulingkan Ashikaga Takauji pada 1336.[11] Keshogunan Ashikaga gagal membendung kekuatan penguasa militer dan tuan tanah feodal (daimyo) dan pecah perang saudara pada tahun 1467 (Perang Ōnin) yang mengawali masa satu abad yang diwarnai peperangan antarfaksi yang disebut masa negeri-negeri saling berperang atau periode Sengoku.[12]

Pada abad ke-16, para pedagang dan misionaris Serikat Yesuit dari Portugal tiba untuk pertama kalinya di Jepang, dan mengawali pertukaran perniagaan dan kebudayaan yang aktif antara Jepang dan Dunia Barat (Perdagangan dengan Nanban). Orang Jepang menyebut orang asing dari Dunia Barat sebagai namban yang berarti orang barbar dari selatan.
 
Salah satu kapal segel merah Jepang (1634) yang dipakai berdagang di Asia.

Oda Nobunaga menaklukkan daimyo-daimyo pesaingnya dengan memakai teknologi Eropa dan senjata api. Nobunaga hampir berhasil menyatukan Jepang sebelum tewas terbunuh dalam Peristiwa Honnōji 1582. Toyotomi Hideyoshi menggantikan Nobunaga, dan mencatatkan dirinya sebagai pemersatu Jepang pada tahun 1590. Hideyoshi berusaha menguasai Korea, dan dua kali melakukan invasi ke Korea, namun gagal setelah kalah dalam pertempuran melawan pasukan Korea yang dibantu kekuatan Dinasti Ming. Setelah Hideyoshi wafat, pasukan Hideyoshi ditarik dari Semenanjung Korea pada tahun 1598.[13]

Sepeninggal Hideyoshi, putra Hideyoshi yang bernama Toyotomi Hideyori mewarisi kekuasaan sang ayah. Tokugawa Ieyasu memanfaatkan posisinya sebagai adipati bagi Hideyori untuk mengumpulkan dukungan politik dan militer dari daimyo-daimyo lain. Setelah mengalahkan klan-klan pendukung Hideyori dalam Pertempuran Sekigahara tahun 1600, Ieyasu diangkat sebagai shogun pada tahun 1603. Pemerintahan militer yang didirikan Ieyasu di Edo (kini Tokyo) disebut Keshogunan Tokugawa. Keshogunan Tokugawa curiga terhadap kegiatan misionaris Katolik, dan melarang segala hubungan dengan orang-orang Eropa. Hubungan perdagangan dibatasi hanya dengan pedagang Belanda di Pulau Dejima, Nagasaki. Pemerintah Tokugawa juga menjalankan berbagai kebijakan seperti undang-undang buke shohatto untuk mengendalikan daimyo di daerah. Pada tahun 1639, Keshogunan Tokugawa mulai menjalankan kebijakan sakoku ("negara tertutup") yang berlangsung selama dua setengah abad yang disebut periode Edo. Walaupun menjalani periode isolasi, orang Jepang terus mempelajari ilmu-ilmu dari Dunia Barat. Di Jepang, ilmu dari buku-buku Barat disebut rangaku (ilmu belanda) karena berasal dari kontak orang Jepang dengan enklave orang Belanda di Dejima, Nagasaki. Pada periode Edo, orang Jepang juga memulai studi tentang Jepang, dan menamakan "studi nasional" tentang Jepang sebagai kokugaku.[14]

Zaman Modern
Pada 31 Maret 1854, kedatangan Komodor Matthew Perry dan "Kapal Hitam" Angkatan Laut Amerika Serikat memaksa Jepang untuk membuka diri terhadap Dunia Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Persetujuan-persetujuan selanjutnya dengan negara-negara Barat pada masa Bakumatsu membawa Jepang ke dalam krisis ekonomi dan politik. Kalangan samurai menganggap Keshogunan Tokugawa sudah melemah, dan mengadakan pemberontakan hingga pecah Perang Boshin tahun 1867-1868. Setelah Keshogunan Tokugawa ditumbangkan, kekuasaan dikembalikan ke tangan kaisar (Restorasi Meiji) dan sistem domain dihapus. Semasa Restorasi Meiji, Jepang mengadopsi sistem politik, hukum, dan militer dari Dunia Barat. Kabinet Jepang mengatur Dewan Penasihat Kaisar, menyusun Konstitusi Meiji, dan membentuk Parlemen Kekaisaran. Restorasi Meiji mengubah Kekaisaran Jepang menjadi negara industri modern dan sekaligus kekuatan militer dunia yang menimbulkan konflik militer ketika berusaha memperluas pengaruh teritorial di Asia. Setelah mengalahkan Cina dalam Perang Sino-Jepang dan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang, Jepang menguasai Taiwan, separuh dari Sakhalin, dan Korea.[15]

Pada awal abad ke-20, Jepang mengalami "demokrasi Taisho" yang dibayang-bayangi bangkitnya ekspansionisme dan militerisme Jepang. Semasa Perang Dunia I, Jepang berada di pihak Sekutu yang menang, sehingga Jepang dapat memperluas pengaruh dan wilayah kekuasaan. Jepang terus menjalankan politik ekspansionis dengan menduduki Manchuria pada tahun 1931. Dua tahun kemudian, Jepang keluar dari Liga Bangsa-Bangsa setelah mendapat kecaman internasional atas pendudukan Manchuria. Pada tahun 1936, Jepang menandatangani Pakta Anti-Komintern dengan Jerman Nazi, dan bergabung bergabung bersama Jerman dan Italia membentuk blok poros pada tahun 1941[16]

Pada tahun 1937, invasi Jepang ke Manchuria memicu terjadinya Perang Sino-Jepang Kedua (1937-1945) yang membuat Jepang dikenakan embargo minyak oleh Amerika Serikat[17] Pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, dan menyatakan perang terhadap Amerika Serikat, Kerajaan Bersatu, dan Belanda. Serangan Pearl Harbor menyeret AS ke dalam Perang Dunia II. Setelah kampanye militer yang panjang di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan wilayah-wilayah yang dimilikinya pada awal perang. Amerika Serikat melakukan pengeboman strategis terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar lainnya. Setelah AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 (Hari Kemenangan atas Jepang).[18]

Perang membawa penderitaan bagi rakyat Jepang dan rakyat di wilayah jajahan Jepang. Berjuta-juta orang tewas di negara-negara Asia yang diduduki Jepang di bawah slogan Kemakmuran Bersama Asia. Hampir semua industri dan infrastruktur di Jepang hancur akibat perang. Pihak Sekutu melakukan repatriasi besar-besaran etnik Jepang dari negara-negara Asia yang pernah diduduki Jepang.[19] Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh yang diselenggarakan pihak Sekutu mulai 3 Mei 1946 berakhir dengan dijatuhkannya hukuman bagi sejumlah pemimpin Jepang yang terbukti bersalah melakukan kejahatan perang.
 
Pencakar langit di Shinjuku, Tokyo

Pada tahun 1947, Jepang memberlakukan Konstitusi Jepang yang baru. Berdasarkan konstitusi baru, Jepang ditetapkan sebagai negara yang menganut paham pasifisme dan mengutamakan praktik demokrasi liberal. Pendudukan AS terhadap Jepang secara resmi berakhir pada tahun 1952 dengan ditandatanganinya Persetujuan San Francisco.[20] Walaupun demikian, pasukan AS tetap mempertahankan pangkalan-pangkalan penting di Jepang, khususnya di Okinawa. Perserikatan Bangsa-Bangsa secara secara resmi menerima Jepang sebagai anggota pada tahun 1956.

Seusai Perang Dunia II, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan menempatkan Jepang sebagai kekuatan ekonomi terbesar nomor dua di dunia, dengan rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 10% per tahun selama empat dekade. Pesatnya pertumbuhan ekonomi Jepang berakhir pada awal tahun 1990-an setelah jatuhnya ekonomi gelembung.[21]




15 Maret 2009

Colosseum


Colosseum adalah sebuah peninggalan sejarah berupa gedung pertunjukan yang besar/amphitheatre yang termasuk salah satu dari “Tujuh Keajaiban Dunia Pertengahan.” Terletak di Ibukota Negara Italia, Roma, bernama asli “Flavian Amphitheatre”, didirikan oleh Raja Vespasian dan terselesaikan oleh anaknya Titus.

Mengenai tahun pembuatannya sampai saat ini masih ada perbedaan keyakinan. Ada yang berpendapat bahwa Colosseum dibuat pada tahun 79 SM , ada juga yang berpendapat bahwa dibuat antara tahun 70-82 M .Tapi, kebanyakan arkeolog berpendapat bahwa Colosseum dibuat pada tahun 70-82 M. Asal nama Colosseum berasal dari sebuah patung setinggi 130 kaki atau 40 m yang bernama Colossus. Colosseum di set untuk menampung 50.000 orang penonton.

Data-data

Arsitek: chikippa
Lokasi: Roma, Italia
Tahun pembuatan: 70-82 M
Tipe bangunan: Amphiteater/ Gedung pertunjukkan besar
Warna bangunan: Urban
Gaya Bangunan: Roman Kuno

Konstruksi bangunan

Rekonstruksi Colosseum dimulai dari perintah Raja Vespasian tahun 72 M dan terselesaikan oleh anaknya Titus pada tahun 80 M. Colosseum didirikan berdekatan dengan Nero’s enermous palace, Domus Aurea yang telah terbangun pada sesudah kebakaran besar di Roma pada tahun 64 M. Beberapa ahli sejarah percaya bahwa konstruksi dari Colosseum dibiayai dengan cara merampok kuil besar di Jerusalem oleh suruhan Raja Herod pada tahun 64 M. Dio Cassius seorang ahli sejarah mengatakan bahwa ada sekitar 9000 hewan buas yang telah terbunuh di 100 hari sebagai perayaan peresmian dan pembukaan Colosseum tersebut. Lantai dari arena Colosseum tertutupi oleh pasir untuk mencegah agar darah-darah tidak mengalir kemana-mana.

Pertunjukkan

Di Colosseum pada saat itu adalah tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang spektakuler, yaitu sebuah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara tahanan dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera). Selama ratusan tahun itu, diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati di pertunjukkan Colosseum.


Sejarah penamaan

Nama dari Colosseum seperti pada di atas diambil dari nama sebuah patung setinggi 130 kaki atau 40 m, Colossus. Patung Colossus dibuat ulang sebagai pengganti Nero sebagai perumpamaan dari Sol, dewa matahari, dengan menambahkan mahkota matahari. Di waktu pertengahan tahun, patung colossus telah menghilang. Seorang ahli mengatakan bahwa sejak patung itu terbuat dari tembaga, patung itu telah dileburkan untuk digunakan kembali.

Selain diambil dari nama colossus, Colosseum juga disebut sebagai Flavian Amphitheatre yang tidak diketahui siapa yang memberi nama itu. Di Itali, Colosseum diberi nama il colosseo tapi bahasa Roma lainnya menggunakan nama le colisée dan el coliseo untuk menyebutkan Colosseum.

Deskripsi

Colosseum berukuran cukup besar. Dengan tinggi 48 m, panjang 188 m, lebar 156 m dan luas seluruh bangunan sekitar 2.5 ha membuat Colosseum terlihat begitu besar dan luas. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 m x 54 m, dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Colosseum gunanya untuk mencegah para pemain untuk kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton untuk berada lebih dekat dengan pertunjukan.

Colosseum merupakan hasil karya yang sangat hebat. Tempat itu dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler dikarenakan oleh bentuk dan struktur dari Colosseum itu. Sampai sekarang pun, Colosseum masih dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler. Tempat duduk di Colosseum dibagi menjadi tingkatan-tingkatan yang berbeda.

Podium, tempat paling pertama untuk duduk dikhususkan untuk para senator Roman. Ruang khusus bagi raja, tempat istirahatnya, tempat penyimpanan harta juga berada di tingkat ini. Dibawah podium adalah maeniaum primum, yang dikhususkan untuk para bangsawan Roman. Tingkat ketiga adalah maenianum primum yang dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian. Bagian paling bawah (immum) digunakan untuk para orang kaya, di bagian atasnya lagi (summum), digunakan untuk rakyat jelata. Dan yang terakhir, di bagian kayu (maenianum secundum in legneis) adalah tempat yang strukturnya dari kayu di paling atas bangunan. Tempat itu merupakan tempat untuk berdiri saja yang digunakan untuk para wanita rendahan.

Setelah 2 tahun Colosseum digunakan sebagai tempat pertunjukan, Anak termuda Vespasian memerintahkan untuk mengkonstruksikan area bawah tanah (hypogeum), dua tingkat jalur bawah tanah yang saling berhubungan berupa terowongan dan kurungan dimana para gladiator dan binatang ditempatkan sebelum pertarungannya dimulai. Disana juga disediakan jebakan-jebakan berupa pintu jebakan yang digunakan untuk mencegah masuknya hewan-hewan buas yang tidak direncanakan ke arena dan untuk menjaga tempat penyimpanan senjata didalam colosseum tersebut.

Sejarahnya kemudian

 

Colosseum masih digunakan sampai tahun 217, meskipun telah rusak kebakaran karena disambar petir. Colosseum telah diperbaiki di tahun 238 dan permainan gladiator berlanjut sampai umat kristen secara berangsur-angsur menghentikan permainan tersebut karena terlalu banyak memakan korban jiwa.

Bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai macam jenis binatang sampai pada tahun ke 524. Dua gempa bumi di tahun 442 dan 508 menyebabkan kerusakan yang parah pada bangunan tersebut. Di Abad pertengahan, Colosseum mengalami kerusakan yang sangat parah yang disebabkan oleh gempa bumi lagi yakni pada tahun 847 dan 1349 dan dijadikan sebagai benteng dan sebuah gereja juga didirikan disana.

Banyak batu marmer digunakan untuk melapisi dan membangun kembali bagian-bagian Colosseum yang telah rusak karena terbakar. Pada abad 16 dan 17, keluarga-keluarga Roman menggunakan Colosseum sebagai tempat pengambilan batu marmer untuk konstruksi bangunan St. Peter’s Basilica dan kediaman khusus palazzi, keluarga Roman.

Di tahun 1749, ada sebuah bentuk dari pemeliharaan Colosseum. Paus Benediktus XIV melarang untuk menggunakan Colosseum sebagai tempat penambangan. Di tahun 2000 ada sebuah protes keras di Itali dalam rangka menentang penggunaan hukuman mati untuk negara-negara di seluruh dunia (di Italia, hukuman mati dihapuskan pada tahun 1948). Beberapa demonstran memakai tempat di depan Colosseum. Sejak saat itu, sebagai sebuah isyarat menentang hukum kapital tersebut, penduduk lokal mengganti warna Colosseum di malam hari dari putih menjadi emas dengan menggunakan penerangan berupa lilin dan lampu neon sampai pada saat dimana seluruh dunia menghapuskan tindakan penghukuman mati itu.

Trevi Fountain alias Fontana di Trevi, Air Mancur Penuh Koin Duit

Air Mancur (Fontana atau Fountain) Trevi itu air mancur yang paling terkenal dan terindah di kota Roma, juga menjadi landmark dari kota ini. Kesan pertama tempat ini adalah romantis walaupun dipenuhi banyak turis. Letaknya di lapangan belakang dari gedung Palazzo Poli. Dibangun jaman Paus Clement XII melalui Nicola Salvi (1697-1751). Air mancur ini selesai tahun 1762 ini atas rancangan dari Bernini yang diperluas lagi oleh Leon Basttista Alberti.
..
Trevi Fountain ini begitu menggugah dan menarik perhatian banyak orang untuk datang dan melihatnya, dimana suara gemuruh percikan air berjatuhan datang dari sini. Sumber air mancur ini dari penampungan air Acqua Vergine. Nama penampungan air ini sendiri mengandung arti seorang perawan yang menunjukkan mata air tersebut terhadap seorang prajurit Romawi yang sedang kehausan. Oh ya, di dekat situ ada yang jual es krim enak banget. Aku baru pernah makan es krim seenak itu. Asyik lho sambil lihat-lihat Trevi Fountain kita jilat-jilat es krim. Hehehe.
.
Warung es krim yang enak itu pas disamping toko Segatori 
.
Kota Roma sebenarnya punya sekitar 4.000 fountain (kolam air mancur). Tapi gak ada kolam air mancur yang paling menarik dibandingkan Fontana Di Trevi ini. Patung-patung di Fontana Di Trevi itu bergaya Barok, yaitu patung Neptunus menunggangi lumba-lumba serta berbagai makhluk laut serta dewi-dewi laut lainnya. Cuma lagi mau kemana ya dia...? :)
.
Oh ya, tak lupa, saya disini melempar koin sambil membelakangi air mancur tersebut. Soale, menurut tradisi, jika kita melempar koin ke kolam di Air mancur ini sambil membelakanginya, maka kita akan datang kembali lagi ke Roma. Sayangnya, aku salah gaya dalam melempar koin tersebut. Karena katanya, cara yang sesuai adalah dengan jalan melempar koin dengan tangan kanan dengan melalui bahu kiri kita.:( Sementara bagi pelempar koin tiga kali di atas kepala, ia akan cepat mendapatkan jodoh. Percaya atau tidak, itu tergantung pada keyakinan masing-masing. Tapi, lantaran keyakinan itu Fontana Di Trevi terkenal di seluruh dunia, terutama bagi laki-laki maupun perempuan yang ingin cepat dapat jodoh. Tapi, aku pikir-pikir, pasti ada yang mungutin koin-koin ini. Tapi kapan ya waktunya? Midnight? Soale kalo gak diambil-ambil pasti penuh banget tuh kolam ama koin duit.
.
Oh ya, Fontana di Trevi ini juga merupakan Gereja sekaligus museum ditambah lagi tempat kunjungan wisata turis. Selama perjalanan di sekitar sini saya banyak melihat patung pada tembok-tembok bangunan. Selain itu pencahayaan air dan jalan yang bagus banget. Ini lho salah satu tempat favoritku selama ada di Itali.
.
.
Di sekitar ini juga banyak bangunan tua yang 'disulap' menjadi toko souvenir dan oleh-oleh. Pemandangan lainnya disini adalah toko-toko kecil ini tak lain merupakan bangunan-bangunan tua di sekitar Fontana di Trevi yang hanya diubah sedikit - agar kelihatan mengikuti perkembangan lingkungan yang makin modern - menjadi toko kerajinan, dan toko pakaian.

10 Maret 2009

Festival Di Jepang

Festival di Jepang merupakan acara tradisional yang berhubungan dengan perayaan tertentu. Beberapa festival mempunyai asal-usul dari festival yang juga awalnya ada di China tetapi telah mengalami perubahan dramatis dengan tradisi lokal.

Beberapa malahan benar-benar berbeda yang tidak memiliki kemiripan dengan festival “aslinya” walaupun memiliki nama dan waktu yang sama. Terdapat pula beberapa festival lokal (seperti Tobata Gion) yang bahkan tidak diketahui di luar prefektur lain.

Masyarakat Jepang pada umumnya tidak merayakan Tahun Baru China~karena telah tergantikan oleh Tahun Baru Barat pada akhir abad 19~, tetapi warga China yang bertempat tinggal di Jepang masih merayakannya. Di Yokohama, terdapat pecinan terbesar di Jepang, dimana turis dari segala penjuru di Jepang datang untuk menikmati perayaan tersebut. Hal ini juga mirip dengan festival lampion di pecinan Nagasaki.

Festival biasanya terdiri dari satu atau dua acara utama, dengan stan-stan makanan, pertunjukan, permainan untuk membuat pengunjung tetap betah dan terhibur.

Matsuri

Matsuri berarti festival atau hari raya. Di Jepang, festival biasanya disponsori oleh kuil ataupun diadakan bukan yang bersifat kepercayaan. Biasanya setiap daerah memiliki setidaknya satu matsuri di akhir musim panas atau awal musim gugur, kadang berhubungan dengan panen.

Kita dapat menemukan stan-stan di sekitar matsuri yang menjual souvenir atau makanan seperti takoyaki, atau yang menyediakan permainan seperti menangkap ikan koki. Selain itu ada juga kontes karaoke, pertandingan sumo, dan hiburan-hiburan lain yang tersedia.

Berikut ini beberapa festival yang terkenal di Jepang


Festival Nasional
  • Seijin Shiki (Senin kedua di bulan Januari)
Coming of Age Day
  • Hinamatsuri (3 Maret)
Festival boneka ini mempunyai nama lain seperti Sangatsu Sekku (Festival Bulan 3), Momo Sekku (Festival Persik), Joshi no Sekku (Festival Gadis). Dikenal sebagai Festival Persik karena persik bersemi di awal musim semi dan disimbolkan sebagai keberanian dan kecantikan feminin. Anak perempuan memakai kimono terbaik mereka dan mengunjungi rumah temannya. Di rumah-rumah di tempatkan panggung berisi hina ningyo (boneka hina, sederet boneka yang mewakili kaisar, permaisuri, pelayan, dan musisi yang memakai pakaian kuno) dan sekeluarga merayakan dengan makanan spesial Hishimochi dan Shirozake.
  • Hanami (akhir bulan Maret hingga awal April)
Berbagai festival bunga diadakan oleh kuil Shinto selama bulan April. Darmawisata dan piknik dilakukan untuk menikmati bunga, terutama bunga Sakura. Di beberapa tempat, menikmati bunga diadakan berdasarkan hari-hari tertentu yang tetap. Even ini yang paling populer selama musim semi.
selama bulan April
  • Tanabata (7 Juli)
Disebut juga festival bintang. Aslinya berasal dari legenda China yang menceritakan dua bintang penenun (Vega) dan pengembala domba (Altair) dimana mereka berdua pasangan kekasih yang hanya dapat bertemu sekali dalam setahun pada malam ke-7 bulan ke-7 dimana tidak ada hujan dan banjir di Milky Way pada hari itu. Dinamakan Tanabata setelah gadis penenun dari legenda Jepang dipercayai dialah yang membuat baju untuk dewa-dewa. Warga Jepang biasanya menuliskan permohonan dan harapan asmara di selembar kertas berwarna dan menggantungkannya di ranting bambu bersamaan dengan ornamen-ornamen kecil.
  • Shichi-Go-San: festival untuk anak-anak berusia 3, 5, 7 tahun (15 November)
Anak laki-laki berusia lima tahun atau tujuh tahun serta anak perempuan berusia tiga tahun dibawa ke kuil setempat untuk berdoa demi keselamatan dan hidup yang sehat. Festival ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa anak-anak pada usia tertentu bisa mendapat kesialan sehingga diperlukan perlindungan. Anak-anak biasanya mengenakan pakaian tradisional untuk acaranya dan setelah mengunjungi kuil banyak orang membeli chitose-ame (permen seribu tahun) yang dijual di kuil.
  • O-misoka (31 December)
Masyarakat Jepang membersihkan rumah (Osoji) untuk menyambut tahun baru dan untuk menghilangkan pengaruh tidak baik. Banyak warga yang mengunjungi kuil Buddha untuk mendengarkan bel berbunyi sebanyak 108 kali ketika malam hari (joya no kane). Hal ini dilakukan untuk mengumumkan bahwa tahun lama telah dilewati dan tahun yang baru telah datang. Alasan kenapa dibunyikan 108 kali adalah karena penganut Buddha percaya manusia digoda 108 macam hasrat dan nafsu duniawi (bonno). Dengan tiap kali bunyi, satu hasrat dihilangkan. Menjadi adat juga bahwa memakan toshikoshi koba (mie melewati tahun) diharapkan bahwa seluruh keluarga mendapat keberuntungan layaknya sepanjang mie yang panjang.
  • Oshogatsu (1-3 Januari, walaupun perayaan juga dilakukan selama bulan Januari)
Tahun Baru adalah even tahunan yang paling penting dan terperinci di Jepang. Sebelum Tahun Baru, rumah dibersihkan, hutang-hutang dibayarkan, dan osechi (makanan yang di baki untuk Tahun Baru) disiapkan ~atau dibeli. Osechi adalah makanan tradisional yang dipilih karena warna keberuntungan, bentuk, atau nama yang menarik dengan harapan untuk mendapatkan keberuntungan dalam berbagai segi kehidupan selama tahun yang baru. Rumah didekorasi dan hari libur dirayakan dengan berkumpulnya keluarga, mengunjungi kuil, dan menghubungi sanak famili dan sahabat. Hari pertama dari tahun (ganjitsu) biasanya
dilewatkan bersama keluarga.
  • Setsubun
Memasuki tiap musim (musim semi,musim panas,musim gugur,musim dingin)
  • Ennichi
Pekan raya kuil (hari raya yang berkaitan dengan Kami dan/atau Buddha)

Masakan Khas Jepang

Definisi

Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa "makanan yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun." Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari negara-negara Asia Timur dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang, definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang dimakan orang Jepang dan makanan tersebut bukan merupakan masakan asal negara lain.

Dalam arti sempit, masakan Jepang mengacu pada berbagai berbagai jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara turun temurun dimakan orang Jepang, tapi tidak khas Jepang tidak bisa disebut makanan Jepang. Makanan seperti Gyudon atau Nikujaga merupakan contoh makanan Jepang karena menggunakan bumbu khas Jepang seperti shōyu, dashi dan mirin. Makanan yang dijual rumah makan Jepang seperti penjual soba dan warung makan Kappō juga disebut makanan Jepang. Sebagian orang menganggap makanan yang mengandung daging sapi tidak bisa dianggap sebagai makanan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai zaman Restorasi Meiji sekitar 130 tahun lalu. Menurut orang di luar Jepang, berbagai masakan mengandung daging sapi seperti Sukiyaki dan Gyudon juga dimasukkan ke dalam kategori makanan Jepang. Dalam arti luas, bila masakan yang dibuat dari bahan makanan yang baru dikenal orang Jepang juga ikut digolongkan sebagai makanan Jepang, maka definisi masakan Jepang adalah makanan yang dimasak dengan bumbu yang khas Jepang.

Masakan Jepang sering merupakan perpaduan dari berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara. Parutan lobak yang dicampur saus sewaktu memakan bistik atau hamburg steak, dan selada dengan dressing parutan lobak merupakan contoh perpaduan makanan Barat dengan penyedap khas Jepang. Saus spaghetti yang dicampur mentaiko, tarako, natto, daun shiso atau umeboshi merupakan contoh makanan Barat yang dinikmati bersama bahan makanan yang memiliki rasa yang sudah akrab dengan lidah orang Jepang. Bistik dengan parutan lobak sebenarnya tidak dapat disebut sebagai makanan Jepang melainkan bistik ala Jepang (Wafū sutēki). Berdasarkan aturan ini, istilah "Wafū" (和風 ala Jepang?) digunakan untuk menyebut makanan yang lazim ditemukan dan dimakan di Jepang, tapi dimasak dengan cara memasak dari luar Jepang.

Berdasarkan aturan Wafū, beberapa jenis makanan sulit digolongkan sebagai makanan Jepang karena merupakan campuran antara makanan Jepang dan makanan asing:
*Makanan Barat yang dicampur bahan makanan yang unik Jepang, seperti Sarada Udon (selada adalah makanan Barat tapi dicampur udon yang khas Jepang), kari, dan Anpan (roti berasal dari Barat berisi ogura yang khas Jepang).
*Makanan khas Jepang yang berasal dari luar negeri tapi dibuat dengan resep yang sudah diubah sesuai selera lokal, seperti Ramen dan Gyōza.
*Makanan yang berdasarkan bahan dan cara memasak tidak sulit diputuskan harus dimasukkan ke dalam kategori makanan Barat atau makanan Jepang, seperti Pork Ginger dan Butashōgayaki keduanya menunjuk pada makanan yang sama.

Sebagian besar ahli kuliner menganggap masakan Jepang mudah sekali dibedakan dengan makanan tradisional Korea dan Tiongkok yang bertetangga, walaupun beberapa makanan Korea juga mendapat pengaruh dari masakan Jepang. Di Korea juga dikenal Futomakizushi (disebut Kimbab), sup miso, dan asinan lobak (takuan) yang merupakan makanan khas Jepang.


Ciri khas

Bahan makanan

Pada umumnya, bahan-bahan untuk masakan Jepang berupa: beras, hasil pertanian (sayur-sayuran dan kacang-kacangan), dan makanan laut. Bumbu berupa dashi (kaldu) yang dibuat dari konbu, ikan dan jamur shiitake, ditambah miso dan shōyu. Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica) atau penyedap yang mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih. Kacang kedelai merupakan bahan utama makanan olahan, dan penyedap yang digunakan biasanya berupa sayur-sayuran beraroma harum yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi.

Bumbu

Masakan Jepang mengenal 5 bumbu utama yang harus dimasukkan secara berturutan sesuai urutan sa-shi-su-se-so yang merupakan singkatan dari:
*gula pasir (satō)
*garam (shio)
*cuka (su)
*shōyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shōyu)
*miso (miso).

Sesuai dengan peraturan sa-shi-su-se-so, gula pasir adalah bumbu yang dimasukkan pertama kali, diikuti garam, cuka, kecap asin, dan miso.

Penyajian makanan

Makanan utama di Jepang terdiri dari nasi (kadang-kadang dicampur palawija), sup dan lauk. Masakan Jepang tidak mengenal tahapan (course) dalam penyajian, tidak seperti masakan Eropa atau Tionghoa yang menyajikan makanan secara bertahap dimulai dari hidangan pembuka, sup, hidangan utama, dan diakhiri dengan hidangan penutup. Masakan Jepang dihidangkan semuanya secara sekaligus dan tidak ada perbedaan antara tata cara penyajian makanan di rumah dengan penyajian makanan di restoran. Makanan yang dihidangkan dalam jamuan makan dan Kaiseki merupakan pengecualian karena disajikan secara bertahap.

Masakan Jepang bisa dibedakan dengan mudah dari masakan Eropa atau masakan Tionghoa dalam cara menikmati makanan. Pada makanan Jepang, rasa dicampur sewaktu makanan berada di dalam mulut. Dibandingkan dengan asinan yang dimakan begitu saja, asinan sayur-sayuran yang sangat asin menjadi lebih enak kalau dimakan dengan nasi putih. Bahan makanan juga tidak diolah secara berlebihan dan makanan harus mempunyai rasa asli bahan makanan tersebut. Cara memasak atau penyiapan makanan hanya bertujuan untuk menampilkan rasa asli dari bahan makanan. Makanan sama sekali tidak dimasak dengan bumbu yang berbau tajam dan tidak menggunakan teknik memasak yang bisa merusak penampilan bahan dan kesegaran bahan makanan.

Masakan Jepang menuntut juru masak yang serba bisa dalam berbagai bidang. Juru masak dituntut memiliki keahlian dalam pengolahan bahan makanan, serta berbagai pengetahuan tentang peralatan makan dan pemilihan suasana yang tepat sewaktu menikmati makanan. Masakan Jepang sangat berbeda dengan masakan Perancis yang sangat maju dalam pembagian keahlian di dapur dan pelayanan terhadap tamu di ruang makan.

Peralatan makan yang digunakan masakan Jepang bisa dibuat dari keramik, porselen, atau kayu yang dipernis dengan urushi. Di rumah keluarga Jepang, setiap anggota keluarga mempunyai mangkuk nasi dan sumpit sendiri yang tidak saling dipertukarkan dengan milik anggota keluarga yang lain. Sumpit terdiri dari sumpit kayu, sumpit bambu dan sumpit sekali pakai. Sebelum teknik pembuatan keramik dikenal di Jepang, sebagian besar alat makan dibuat dari kayu yang dipernis. Hiasan gambar-gambar pada peralatan makan dari porselen juga berfungsi sebagai penghias hidangan.

Masakan Jepang memiliki aturan yang sangat longgar menyangkut bentuk alat makan yang dibuat dari keramik. Piring bisa saja berwarna gelap atau berbentuk persegi empat, sehingga terlihat sangat mencolok dibandingkan peralatan makan yang digunakan makanan Eropa atau Amerika. Peralatan makan untuk makanan Jepang terlihat sangat berbeda dengan yang digunakan masakan Tionghoa atau Korea. Masakan Tionghoa menggunakan piring bundar dari porselen dengan hiasan sederhana, sedangkan masakan Korea menggunakan alat makan dari bahan logam atau porselen warna putih tanpa hiasan.

Sejarah

Awal sejarah tertulis

Nihon Shoki merupakan literatur klasik yang memuat sejarah tertulis paling tua tentang masakan Jepang. Nihon Shoki mengisahkan tentang Iwakamutsukari-no-mikoto yang merupakan nenek moyang klan Takahashi. Iwakamutsukari-no-mikoto menghidangkan Namasu dari ikan cakalang dan kerang Hamaguri yang dipotong-potong dan diacar dengan cuka. Hidangan ini dibuat untuk Kaisar Keiko yang sedang mengunjungi provinsi Awa karena bersedih atas kematian Yamato Takeru. Iwakamutsukari-no-mikoto bertugas sebagai juru masak istana dan kemudian dijadikan dewa masakan.

Asal-usul masakan

Nasi mulai dimakan orang Jepang sejak zaman Jomon dengan lauk dari bahan makanan yang dibuat nimono, dipanggang, dan dikukus. Cara mengolah makanan dengan menggoreng dikenal di zaman Asuka dan berasal dari semenanjung Korea dan Tiongkok. Teh dan masakan khas pendeta diperkenalkan di Jepang bersamaan dengan masuknya agama Buddha, tapi hanya berkembang di kalangan kuil. Makanan khas pendeta dikenal sebagai makanan Buddhis (Shōjin ryōri) yang melarang keras hewan peliharaan dan binatang buas seperti monyet dijadikan bahan makanan.

Menurut literatur klasik Engishiki, di berbagai tempat di Jepang barat terdapat upacara yang menggunakan ikan hasil fermentasi yang disebut Narezushi sebagai persembahan.

Masakan zaman Nara

Pengaruh kebudayaan Tiongkok yang kuat di zaman Nara berpengaruh pada masakan di zaman Nara. Makanan dimasak sebagai hidangan pada ritual dan perayaan yang berkaitan dengan musim. Di sepanjang tahun selalu ada perayaan dan pesta makan-makan. Cara memasak dari Tiongkok mulai digunakan untuk mengolah bahan makanan lokal. Penyesuaian cara memasak dari Tiongkok dengan keadaan alam di Jepang akhirnya melahirkan masakan yang khas Jepang.

[sunting]
Masakan zaman Heian

Di zaman Heian, masakan Jepang makin berkembang sambil terus menerima pengaruh dari daratan Tiongkok. Pada masa itu mulai dikenal makanan seperti Karaage, Karani, kue-kue asal Tiongkok (Tōgashi), dan Natto ala Tiongkok. Sementara itu, aliran masak-memasak dan etiket makan juga berkembang di kalangan bangsawan. Fujiwara no Yamakage menyunting buku memasak aliran Shijō berjudul Shijōryū Hōchōshiki atas perintah kaisar Kōkō. Sampai saat ini, rumah makan tradisional Jepang sering memiliki altar pemujaan (kamidana) untuk Fujiwara no Yamakage dan Iwakamutsukari-no-mikoto.

[sunting]
Masakan zaman Kamakura

Makanan olahan dari tahu yang disebut Ganmodoki mulai dikenal bersamaan dengan makin populernya tradisi minum teh dan meluasnya ajaran Zen. Di zaman Kamakura, makanan dalam porsi kecil untuk biksu yang menjalani latihan dikenal sebagai masakan Kaiseki. Pendeta Buddha bernama Eisai kembali ke Jepang membawa teh dari Tiongkok yang dinikmati dengan masakan Kaiseki. Masakan ini nantinya berkembang menjadi makanan untuk resepsi atau jamuan makan yang juga disebut Kaiseki, tapi ditulis dengan aksara kanji yang berbeda.

[sunting]
Masakan zaman Muromachi

Memasuki zaman Muromachi, kalangan samurai juga ikut dalam urusan masak-memasak di dalam istana kekaisaran dan tata krama sewaktu makan semakin berkembang. Aliran etiket Ogasawara berasal dari etiket kalangan samurai dan bangsawan di zaman Muromachi dan masih dikenal hingga sekarang.

Pejabat Chūnagon bernama Yamakage no Masatomo mendirikan aliran masak-memasak yang disebut aliran Shijōryū. Aliran ini menerbitkan buku memasak berjudul Shijōryū Hōchōsho (buku memasak aliran Shijō). Sementara itu, aliran memasak bernama Ōkusaryū juga didirikan klan Ashikaga, dan sejak itu orang mulai cerewet mengenai cara memasak dan menghidangkan makanan. Makanan gaya Honzen (Honzen no seishiki) dan gaya Kaiseki merupakan dua aliran utama masakan Jepang di zaman Muromachi. Pada gaya Honzen, makanan dalam porsi cukup untuk satu orang dihidangkan secara individu di atas meja pendek yang disebut Ozen. Sementara itu sebagai tandingan gaya Honzen diciptakan makanan gaya Kaiseki yang berkembang dari tradisi menghidangkan makanan dalam porsi kecil seperti dalam upacara minum teh.

Namban adalah istilah orang Jepang zaman dulu untuk "luar negeri", khususnya Portugal dan Asia Tenggara), dan Nambansen adalah sebutan untuk kapal dari luar negeri. Kedatangan kapal-kapal dari Namban sejak zaman Muromachi hingga zaman Sengoku membawa serta berbagai jenis masakan yang disebut Nambanryōri (masakan luar negeri) dan Nambangashi (kue luar negeri). Kue Kastela yang menggunakan resep dari Portugal termasuk salah satu contoh Nambangashi.

[sunting]
Masakan zaman Edo

Kebudayaan orang kota berkembang pesat di zaman Edo dan makanan penduduk kota seperti Tempura dan minuman Mugicha mulai banyak dijual di kios-kios pasar kaget. Pada masa itu mulai banyak dijumpai rumah makan yang khusus menyediakan Nigirizushi dan Soba. Ōrusuichaya adalah sebutan untuk rumah makan tradisional (ryōtei) yang digunakan kalangan samurai sewaktu menjamu tamu dengan pesta makan. Makanan dinikmati secara santai sambil meminum sake, dan tidak mengikuti tata cara makan formal seperti masakan gaya Kaiseki atau masakan gaya Honzen. Masakan yang berkembang di Ōrusuichaya disebut Kaisekiryōri (会席料理 masakan jamuan makan?) yang ditulis memakai aksara kanji yang berbeda dengan masakan Kaiseki untuk upacara minum teh.

Sementara itu, teknik pembuatan kue-kue tradisional Jepang (Wagashi) menjadi berkembang berkat tersedianya gula yang sudah menjadi barang yang lumrah di zaman Edo. Alat makan dari keramik dan porselen mulai banyak digunakan orang dan diberi hiasan berupa gambar-gambar artistik yang dikerjakan secara serius. Daging ternak mulai dikonsumsi orang Jepang dan daging sapi dimakan sebagai obat. Di pertengahan zaman Edo, makanan mulai dihias dengan Wachigai daikon (hiasan dari lobak) sejalan dengan mulai dikenalnya teknik seni ukir sayur. Di zaman yang sama mulai dikenal telur rebus aneh dengan kuning telur berada di luar dan putih telur di dalam (Kimigaeshi tamago).

[sunting]
Masakan Kanto

Masakan Jepang yang dikenal sekarang merupakan hasil penyempurnaan masakan di zaman Edo. Di masa itu dikenal kewajiban Sankin Kōtai bagi daimyo dari seluruh penjuru Jepang. Daimyo harus datang ke Edo untuk melakukan tugas pemerintahan secara bergiliran sebagai pendamping shogun. Kedatangan daimyo dari seluruh pelosok negeri membawa serta cara memasak dan bahan makanan yang khas dari daerah masing-masing. Bahan makanan yang dibawa dari seluruh penjuru Jepang menambah keanekaragaman masakan Jepang di Edo, apalagi ditambah dengan makanan laut dari Teluk Edo (disebut Edomae) yang segar dan enak. Hasil laut dari Samudra Pasifik seperti ikan tongkol sudah dijadikan menu tetap dalam sashimi.

Ikan kakap merupakan lambang kemakmuran dan ikan kakap yang dipanggang utuh tanpa dipotong-potong merupakan hidangan istimewa pada kesempatan khusus. Makanan yang dihidangkan pada pesta makan terdiri dari dua jenis: makanan untuk dimakan di tempat pesta, dan makanan yang berfungsi sebagai hiasan. Panggang ikan kakap termasuk dalam makanan hiasan yang boleh saja dimakan di tempat pesta, tapi lebih merupakan hiasan yang dinanti-nanti para tamu untuk dibawa pulang. Tradisi membawa pulang makanan pesta sebagai oleh-oleh untuk keluarga yang menanti di rumah berasal dari zaman Edo dan terus berlanjut hingga sekarang. Selain ikan kakap, tamu biasanya dipersilakan membawa pulang kinton (biji berangan dan ubi jalar yang dihaluskan) dan kamaboko.

Masakan yang lahir dari berbagai keanekaragaman di daerah Kanto disebut masakan Edo atau masakan Kanto. Sebutan masakan Kanto digunakan untuk menandingi masakan Kansai yang telah lebih dulu dikenal. Ciri khas masakan Kanto adalah penggunaan kecap asin (shōyu) sebagai penentu rasa, termasuk pada berbagai makanan berkuah (shirumono) dan nimono. Tradisi membawa pulang makanan pesta merupakan alasan kecap asin digunakan dalam jumlah banyak pada masakan Kanto, agar rasa makanan tetap enak walaupun sudah dingin. Berbeda dengan masakan Kanto, masakan Kansai justru tidak terlalu asin walaupun mengandalkan garam dapur sebagai penentu rasa.

[sunting]
Masakan Kansai

Masakan Kansai adalah sebutan untuk masakan Osaka dan masakan Kyoto. Berbeda dengan budaya Edo yang gemerlap, masakan Kyoto mencerminkan budaya Kyoto yang elegan. Masakan kuil agama Buddha banyak mempengaruhi masakan Kyoto yang banyak menggunakan sayur-sayuran, tahu, kembang tahu, dan sedikit makanan laut karena letak Kyoto yang jauh dari laut. Masakan Kyoto melahirkan cara memasak dengan bumbu seminimal mungkin agar rasa asli tahu atau kembang tahu yang memang sudah "tipis" tidak hilang. Kepandaian mengolah ikan hasil awetan seperti Bodara (ikan Cod kering) dan Migakinishin (ikan Hering kering) hingga menjadi hidangan yang enak merupakan keistimewaan masakan Kyoto.

Sebagai kota tepi laut dengan hasil laut yang melimpah, masakan Osaka mengenal berbagai cara pengolahan hasil laut. Makanan laut diolah agar enak untuk langsung dimakan di tempat dan tidak untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Masakan Osaka tidak mementingkan rasa makanan kalau sudah dingin karena menganut prinsip "makanan yang habis dimakan". Prinsip ini bertolak belakang dengan masakan Kanto yang memikirkan rasa makanan kalau sudah dingin. Seiring dengan perkembangan zaman, perbedaan antara masakan Kansai dan masakan Kanto menjadi semakin kecil berkat saling belajar dari kekuatan dan kelemahan masing-masing.

[sunting]
Pengaruh masakan Barat

Di awal zaman Meiji, masakan Eropa menjadi mulai dikenal orang Jepang yang melakukan kontak sehari-hari dengan orang asing. Sementara itu, di kalangan rakyat tercipta makanan gaya Barat (Yōshoku) yang merupakan adaptasi masakan Eropa. Berbagai aliran masak memasak mengalami kemunduran dan aliran Hōchōshiki merupakan satu-satunya aliran yang terus bertahan. Larangan makan daging dihapus sesuai kebijakan pemerintah Meiji mengenai Haibutsu kishaku dan Shinbutsu bunri sehingga tercipta masakan Sukiyaki. Sementara itu, Honzen ryōri yang merupakan aliran utama masakan Jepang mulai ditinggalkan orang. Masakan tradisional berupa Kaisekiryōri (会席料理 masakan jamuan makan?) beralih menjadi makanan standar yang dihidangkan rumah makan tradisional (ryōtei) dan penginapan tradisional (ryōkan).

Masakan vegetarian Shōjinryōri berlanjut sebagai tradisi di kuil agama Buddha dan makanan porsi kecil Kaisekiryōri (懐石料理?) bertahan hingga sekarang sebagai hidangan upacara minum teh. Di bidang pertanian, tanaman sawi dan spinacia mulai ditanam secara besar-besaran. Di kota-kota mulai banyak dijumpai rumah yang memiliki meja pendek yang disebut Chabudai sebagai pengganti nampan berkaki yang disebut Ozen. Keberadaan Chabudai yang bisa dipakai sebagai meja makan untuk empat orang mengubah acara makan yang dulunya dilakukan sendiri-sendiri dengan Ozen pribadi menjadi acara berkumpul keluarga.

Juru masak pewaris tradisi masakan Edo menjadi berkurang karena menjadi korban Gempa bumi besar Kanto dan tradisi masakan Honzen ryōri mulai memudar. Etiket makan mulai menjadi longgar dan orang Jepang semakin menyukai suasana santai sewaktu makan. Setelah Perang Dunia II, kemudahan transportasi dan kemajuan bidang komunikasi menyebabkan tipisnya perbedaan antardaerah dalam soal bahan makanan dan cara memasak untuk makanan yang sama, walaupun masih tersisa perbedaan mendasar dalam soal bumbu dan selera.

[sunting]
Bahan dan bumbu

[sunting]
Bahan makanan sejak zaman kuno
Palawija, sayur-sayuran, kacang-kacangan (seperti kacang kedelai), soba, buah-buahan, dan umbi.
Tanaman liar, jamur, rumput laut
Telur ayam, makanan laut

[sunting]
Bumbu sejak zaman kuno
Garam
Cuka
Miso
Shōyu
Wasabi
Jahe
Merica Jepang (Sanshō) atau merica Shicuan
Daun bawang (Daun bawang dengan lebih banyak bagian batang berwarna hijau (aonegi) digunakan di daerah Kansai, sedangkan daun bawang dengan lebih banyak bagian batang berwarna putih (nebukanegi) disenangi di daerah Kanto)
Daun siso sebagai penyedap
Cabai merah dalam jumlah sangat sedikit, terutama untuk campuran bubuk Shichimi
Dashi (bahan utama masakan Jepang berupa kaldu yang dibuat dari air ditambah bahan makanan sumber kaldu seperti kombu, katsuobushi dan niboshi)

[sunting]
Bahan makanan sejak zaman Meiji
Daging hewan ternak
Sawi
Bawang bombay

[sunting]
Bumbu dan rempah-rempah dari luar negeri
Merica (berasal dari Tiongkok)
Saus uster
Mayones
Bubuk kari

[sunting]
Kategori
Makanan pembuka pada Kaiseki (masakan jamuan makan)

[sunting]
Masakan tradisional
Honzenryōri (本膳料理?)
Masakan yang mulai dikenal di zaman Edo, dan mendapat pengaruh dari masakan kalangan samurai tapi akhirnya menghilang di zaman Meiji.
Shōjinryōri (精進料理?)
Masakan tanpa daging di kuil agama Buddha.
Kaisekiryōri (懐石料理? masakan Kaiseki)
Masakan yang dihidangkan dalam tahap-tahap penyajian dalam porsi kecil.
Kaisekiryōri (会席料理? masakan jamuan makan)
Makanan jamuan pesta di rumah makan tradisional Jepang (ryōtei) yang dinikmati sambil minum sake. Penyajian dilakukan secara bertahap seperti masakan Kaiseki.

[sunting]
Makanan sehari-hari
Masakan nasi
Nasi
Nasi putih, nasi merah (Sekihan), Kowameshi
Nasi dari beras yang belum disosoh
Nasi bercampur gandum (Mugimeshi)
Onigiri
Nasi berbumbu cuka
Sushi
Oshizushi
Bubur dari beras yang disebut Okayu, bubur dari nasi yang disebut Zōsui (Ojiya)
Ochazuke
Takikomigohan (nasi yang dimasak menjadi satu dengan lauk)
Donburi
Kakegohan (nasi yang dituangi sesuatu): Mugitoro (gandum yang ditanak dan dituangi parutan umbi yamaimo atau nagaimo).
Mochi dan dango
Makanan berkuah (shirumono)
Sup miso
Sumashijiru (suimono)
Sashimi
Tessa (sashimi ikan fugu)
Tataki (potongan besar ikan yang digarang dengan api besar, bagian luar matang sedangkan bagian dalam masih mentah)
Tsuke (sashimi yang direndam dengan kecap asin)
Tsukemono (berbagai macam sayur yang diasin): Takuan, Umeboshi, Shibazuke, Misozuke (fermentasi dengan miso), Kasuzuke (fermentasi dengan ampas sake), Nukazuke (fermentasi dengan kulit ari beras), Wasabizuke (campuran sayuran dengan pasta Wasabi)
Mi: Udon, Soba, Sōmen
Nabe: Oden, Mizudaki, Shabu-shabu, Sukiyaki,
Makanan goreng: Tempura, Satsuma-age, Kakiage, Karaage
Makanan panggang: panggang ikan, Teriyaki, Yakitori, Kabayaki
Nimono: Nikujaga, Kinpira
Makanan kukus: Chawanmushi, Sakamushi (tumis dengan sake)
Nerimono: bentuk goreng-gorengan dari daging ikan yang dihaluskan dan ditambah tepung.
Aemono: sayur yang direndam saus berbahan cuka atau miso.
Ohitasi: sayur rebus yang dibumbui dashi.



03 Maret 2009

Hari Shōwa (昭和の日 Shōwa no hi?) adalah salah satu hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 29 April dan bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Shōwa. Hari libur ini ditetapkan di tahun 2005 untuk menggantikan tanggal 29 April yang hingga tahun 2006 disebut Hari Hijau (Midori no hi), sedangkan Hari Hijau dipindahkan ke tanggal 4 Mei yang dulunya merupakan Hari Libur Nasional (Kokumin no kyūjitsu).

Hari Shōwa menurut hasil revisi undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) digunakan untuk "memikirkan masa depan negara dengan mengenang lewatnya hari-hari penuh pergolakan, dan tercapainya pembangunan kembali di zaman Shōwa." Hari libur ini mengundang kontroversi dan merupakan salah satu dari serangkaian hari libur di akhir bulan April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas).

Sejarah

Setelah Kaisar Shōwa tutup usia pada tanggal 7 Januari 1989 perlu diadakan revisi pada undang-undang hari libur Jepang yang menetapkan 29 April sebagai Hari Ulang Tahun Kaisar. Usaha berbagai organisasi mulai terlihat untuk menjadikan 29 April sebagai "Hari Peringatan Shōwa" (昭和記念日 Shōwa kinen-bi?), tapi gagal akibat ditentang masyarakat Jepang. Sebagai gantinya, tanggal 29 April ditetapkan sebagai Hari Hijau yang secara tidak langsung mengingatkan pada Kaisar Shōwa yang suka menanam pepohonan.

Berbagai organisasi yang menggalang kekuatan untuk mewujudkan Hari Shōwa akhirnya mendapat dukungan faksi dalam Parlemen Jepang. Setelah diajukan ketiga kalinya dalam masa sidang ke-159 tahun 2004, rancangan undang-undang Hari Shōwa disahkan dalam masa sidang Parlemen Jepang ke-162 tahun 2005 dan mulai berlaku tahun 2007.

Menurut undang-undang hari libur hasil revisi, tanggal 29 April ditetapkan sebagai Hari Shōwa, sedangkan Hari Hijau dipindahkan ke tanggal 4 Mei untuk menggantikan Hari Libur Nasional (Kokumin no kyūjitsu). Selain itu, undang-undang juga berisi pasal pemindahan hari libur yang jatuh di hari Minggu ke hari Senin yang disebut "Hari Libur Pemindahan" (Furikae kyūjitsu). Bila hari Senin sudah merupakan hari libur resmi, maka hari libur dipindahkan ke hari Selasa agar tidak ada dua hari libur yang bertumpuk.

Sistem Happy Monday di Jepang

Sistem Happy Monday (ハッピーマンデー制度 Happī mandē seido?) adalah keputusan pemerintah Jepang untuk memindahkan sejumlah hari libur nasional ke hari Senin sehingga libur akhir pekan bertambah panjang. Hari libur tidak dipindahkan ke hari Senin yang terdekat, melainkan ke hari Senin minggu tertentu mengikuti sistem yang digunakan di Amerika Serikat.

Hari Kedewasaan dan Hari Olahraga dan Kesehatan dipindahkan ke hari Senin berdasarkan undang-undang hari libur Jepang No. 141 tahun 1998, sedangkan Hari Laut dan Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia dipindahkan ke hari Senin berdasarkan UU No. 59 tahun 2001.

Hari libur yang dipindahkan

*Hari Kedewasaan (15 Januari), dipindahkan ke Senin minggu ke-2 bulan Januari (sejak tahun 2000)
*Hari Laut (20 Juli), dipindahkan ke Senin minggu ke-2 bulan Juli (sejak tahun 2003)
*Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (15 September) dipindahkan ke Senin minggu ke-3 *bulan September (sejak tahun 2003)
*Hari Olahraga dan Kesehatan (10 Oktober) dipindahkan ke Senin minggu ke-2 bulan Oktober (sejak tahun 2000)

Hari Kebudayaan Jepang

Hari Kebudayaan (文化の日 Bunka no hi?) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh tanggal 3 November. Hari libur ini menurut undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) bertujuan agar rakyat "mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan kebudayaan."

Tanggal 3 November 1946 merupakan hari pengumuman konstitusi baru Jepang yang mementingkan perdamaian dan kebudayaan, sehingga undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 menetapkan 3 November sebagai Hari Kebudayaan. Tanggal 3 Mei 1947 yang merupakan hari pertama pelaksanaan konstitusi Jepang dijadikan hari libur yang disebut Hari Peringatan Konstitusi

Upacara penganugerahan Medali Kebudayaan dilangsungkan di istana kaisar (Kōkyo) pada Hari Kebudayaan. Selain itu, Kantor Kebudayaan mengadakan festival kesenian yang dimeriahkan dengan pemberian hadiah untuk berbagai bidang kesenian. Pengunjung sebagian museum pada hari ini juga dibebaskan dari biaya masuk.

Tahun baru Jepang

Tahun baru (正月 shōgatsu?) di Jepang dirayakan tanggal 1 Januari dan berlangsung hingga tanggal 3 Januari. Dalam bahasa Jepang, kata "shōgatsu" dulunya dipakai untuk nama bulan pertama dalam setahun, tapi sekarang hanya digunakan untuk menyebut tiga hari pertama di awal tahun.

Istilah "shōgatsu" juga digunakan untuk periode matsu no uchi (松の内?) atau masa hiasan daun pinus (matsu) boleh dipajang. Di daerah Kanto, Matsu no uchi berlangsung dari tanggal 1 Januari hingga 7 Januari, sedangkan di daerah Kansai berlangsung hingga koshōgatsu (小正月? tahun baru kecil) tanggal 15 Januari.

Tanggal 1 Januari adalah hari libur resmi di Jepang, tapi kantor pemerintah dan perusahaan swasta tutup sejak tanggal 29 Desember hingga 3 Januari. Bank dan lembaga perbankan tutup dari tanggal 31 Desember hingga 3 Januari, kecuali sebagian ATM yang masih melayani transaksi.

Sampai tahun 1970-an, sebagian besar toko dan pedagang eceran di daerah Kanto tutup hingga tanggal 5 Januari atau 7 Januari. Perubahan gaya hidup dan persaingan dari toko yang buka 24 jam membuat kebiasaan libur berlama-lama ditinggalkan. Mulai tahun 1990-an, hampir semua mal dan pertokoan hanya tutup tanggal 1 Januari dan mulai buka keesokan harinya tanggal 2 Januari, tapi biasanya dengan jam buka yang diperpendek. Hari pertama penjualan barang (hatsu-uri) di pusat pertokoan dimeriahkan dengan penjualan fukubukuro (kantong keberuntungan). Penjualan barang di semua mal dan pertokoan sudah normal kembali sekitar tanggal 4 Januari.


Istilah

Tanggal 1 Januari disebut ganjitsu (元日? hari pertama), sedangkan pagi hari 1 Januari disebut gantan (元旦? pagi pertama). Perayaan tahun baru berlangsung selama tiga hari yang disebut sanganichi (三が日? 3 hari).

Bagi sebagian orang, tahun baru belum berakhir sampai tanggal 20 Januari yang disebut hatsuka shōgatsu (二十日正月? tahun baru tanggal 20), saat semua hiasan tahun baru sudah harus disimpan. Di daerah Kansai, Hatsuka shōgatsu dikenal sebagai honeshōgatsu (骨正月? tahun baru tulang) karena biasanya pada hari tersebut, ikan masakan tahun baru sudah habis dimakan sampai ke tulang-tulangnya.

Kegiatan menyambut tahun baru sudah dimulai sejak dua atau tiga minggu sebelum pergantian tahun. Di daerah Kanto, hari persiapan tahun baru yang disebut o-koto hajime (お事始め? awal kegiatan) jatuh pada 8 Desember, sedangkan di daerah Kansai pada 13 Desember.

Tradisi

Di zaman dulu, kalender Jepang didasarkan pada kalender Tionghoa, sehingga orang Jepang merayakan tahun baru pada awal musim semi, bersamaan dengan Tahun baru Imlek, Tahun baru Korea, dan Tahun baru Vietnam. Di tahun 1873, pemerintah Jepang mulai menggunakan kalender Gregorian sehingga tahun baru ikut dirayakan tanggal 1 Januari.

Di Jepang, penghormatan terhadap arwah leluhur dilakukan sebanyak dua kali, di musim panas sewaktu merayakan obon dan di awal tahun baru. Sewaktu merayakan tahun baru, arwah leluhur dipercaya datang sebagai Toshigami (年神? dewa tahun) yang memberi berkah dan kelimpahan sepanjang tahun.

Tahun baru pernah digunakan untuk merayakan bertambahnya usia. Tradisi ini dilakukan semasa orang Jepang masih mengikuti cara perhitungan usia yang disebut kazoedoshi. Bayi dianggap sudah berumur 1 tahun sewaktu dilahirkan dan usia bertambah setahun pada tanggal 1 Januari. Di tahun 1902, perhitungan cara kazoedoshi digantikan sistem umur bertambah sewaktu berulang tahun (man-nenrei) yang lazim digunakan di seluruh dunia.

Malam tahun baru

Hari tanggal 31 Desember atau malam tahun baru disebut ōmisoka (大晦日?). Di malam tahun baru, orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba yang disebut toshikoshi soba (年越しそば? soba melewati tahun).

Stasiun televisi di Jepang bersaing memperebutkan pemirsa dengan berbagai acara malam tahun baru. NHK mempunyai tradisi menayangkan acara Kōhaku Uta Gassen, berupa kompetisi lagu antarpenyanyi terkenal yang dibagi menjadi kubu merah dan kubu putih.

Menjelang pukul 12 malam, genta yang terdapat di berbagai kuil agama Buddha di Jepang dibunyikan. Tradisi memukul genta menjelang pergantian tahun disebut joya no kane (除夜の鐘?). Genta dibunyikan sebanyak 108 kali sebagai perlambang 108 jenis nafsu jahat manusia yang harus dihalau.


Kunjungan ke kuil

Hari-hari di awal tahun baru ditandai dengan hatsumōde berupa kunjungan pertama ke kuil agama Shinto dan Buddha. Di depan kuil-kuil besar, selepas pergantian tahun sudah bisa dijumpai kerumunan orang yang menunggu pintu kuil dibuka. Doa yang disampaikan biasanya berupa harapan agar sehat dan selamat sepanjang tahun.


Makanan tahun baru


Osechi adalah sebutan untuk masakan istimewa yang dimakan di tahun baru. Sup zōni dari kuah dashi yang berisi mochi dan sayuran merupakan salah satu masakan osechi. Berbagai macam lauk masakan osechi dimasak berhari-hari sebelumnya dan diatur di dalam kotak kayu bersusun yang disebut jūbako (重箱?). Toko swalayan besar sejak beberapa minggu sebelum tahun baru juga sudah membuka pemesanan osechi. Lauk pada masakan osechi biasanya sangat manis atau asin, seperti: kuromame, tatsukuri (gomame), kombumaki, kamaboko, kurikinton, kazunoko, dan datemaki. Makanan tahun baru diharapkan bisa tahan lama, karena tahun baru merupakan kesempatan libur memasak bagi ibu rumah tangga di Jepang.

Ikan yang dimasak berbeda menurut daerahnya, di Jepang bagian timur digunakan ikan salem sedangkan di Jepang bagian barat digunakan ikan sunglir (buri). Beberapa daerah juga memiliki masakan khas yang tidak bisa dinikmati di tempat lain. Daerah Kansai memiliki masakan khas berupa ikan cod kering (bōdara) yang dimasak dengan gula pasir dan shōyu.

Penutupan perayaan tahun baru ditandai dengan memakan bubur nanakusa yang dimasak dengan 7 jenis sayuran dan rumput. Bubur ini dimakan tanggal 7 atau 15 Januari agar perut bisa beristirahat setelah dipenuhi makanan tahun baru.


Mochi


Acara menumbuk mochi (mochitsuki) merupakan salah satu tradisi menjelang tahun baru. Ketan yang sudah ditanak dimasukkan ke dalam lesung dan ditumbuk dengan alu. Satu orang bertugas menumbuk, sedangkan seorang lagi bertugas membolak-balik beras ketan dengan tangan yang sudah dibasahi air. Beras ketan ditumbuk hingga lengket dan membentuk gumpalan besar mochi berwarna putih.

Selain dimakan sebagai pengganti nasi selama tahun baru, mochi juga dibuat hiasan tahun baru yang disebut kagami mochi. Secara tradisional, kagami mochi dibuat dengan cara menyusun dua buah mochi berukuran bundar, ditambah sebuah jeruk di atasnya sebagai hiasan.

Kartu pos tahun baru

Alat tulis untuk menulis kartu pos tahun baru

Orang Jepang mempunyai tradisi berkiriman kartu pos nengajō (年賀状? ucapan tahun baru) yang tiba persis tanggal 1 Januari. Kartu pos ucapan tahun baru dijamin sampai ke alamat yang dituju pada tanggal 1 Januari, asalkan dikirim tidak melewati jangka waktu penerimaan yang ditetapkan kantor pos. Penerimaan kartu pos biasanya dimulai pertengahan Desember hingga beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun. Kantor pos membutuhkan pegawai ekstra yang direkrut dari kalangan pelajar, agar semua kartu pos bisa disampaikan tanggal 1 Januari.

Sebagai penghormatan terhadap orang yang meninggal, anggota keluarga yang baru ditinggalkan tidak merayakan tahun baru dan tidak mengirim kartu pos tahun baru. Sebagai gantinya, anggota keluarga yang baru ditimpa musibah mengirim kartu pos berisi pemberitahuan tidak bisa mengirim kartu pos ucapan tahun baru.

Setiap tahunnya, Kantor Pos Jepang memiliki tradisi mencetak kartu pos dengan tema yang berbeda-beda. Kartu pos dihiasi dengan lukisan tempat terkenal di Jepang dan gambar binatang Shio untuk tahun yang baru. Kartu pos tahun baru yang diterbitkan kantor pos juga memiliki nomor undian yang diundi di awal tahun. Penerima kartu pos yang beruntung bisa memenangkan berbagai hadiah berupa barang. Selain di kantor pos, kartu pos ucapan tahun baru juga bisa dibeli di berbagai tempat. Kartu pos yang dijual di toko buku memiliki pilihan gambar yang lebih banyak, tapi sering masih perlu ditempeli prangko.

Kartu pos ucapan tahun baru bisa ditulisi sendiri dengan berbagai pesan dan ucapan. Gambar binatang atau kalimat ucapan standar bisa ditambahkan dengan menggunakan stempel karet beraneka warna yang dijual di toko buku atau stempel yang disediakan di kantor pos. Kartu pos ucapan tahun baru sering digunakan untuk memamerkan kemampuan menulis indah bagi pengirim yang pandai menulis kaligrafi. Pemilik komputer pribadi bisa menggunakan perangkat lunak khusus untuk mencetak kartu pos. Bagi orang yang memiliki banyak kenalan dan relasi, kartu pos biasanya sudah ditulisi sejak awal bulan Desember.

Berbagai ucapan selamat tahun baru yang umum:
Kotoshi mo yoroshiku onegai shimasu (今年もよろしくお願いします?)
Akemashite omedetō gozaimasu (あけましておめでとうございます? Selamat tahun baru)
Kin-ga shinnen (謹賀新年? Mengucapkan tahun baru)


Otoshidama

Orang Jepang mempunyai tradisi memberikan angpao yang dikenal dengan sebutan otoshidama (お年玉?). Sewaktu memberikan otoshidama untuk anak-anak, sejumlah uang kertas yang masih baru atau uang logam dimasukkan ke amplop kecil bernama pochibukuro (otoshidama-bukuro) yang berhiaskan aneka gambar kesukaan anak-anak. Otoshidama sangat ditunggu-tunggu anak-anak di Jepang, terutama bila memiliki paman atau bibi yang murah hati.


Kesenian dan permainan

Perayaan tahun baru juga dimeriahkan dengan menulis aksara kanji pertama untuk tahun tersebut. Tradisi menulis aksara kanji yang dilakukan tanggal 2 Januari disebut kakizome (kaligrafi pertama).

Tahun baru juga dirayakan dengan berbagai permainan, seperti: permainan fukuwarai (meletakkan gambar bagian-bagian wajah, seperti hidung, alis mata, dan mulut pada tempat yang tepat dengan mata tertutup), hanetsuki (bulutangkis tradisional), menaikkan layang-layang (takoage), gasing (koma), bermain dadu (sugoroku), dan permainan memungut kartu yang disebut karuta.

Golden Week(jepang)

Untuk Golden Week (Huangjinzhou) di RRC, lihat Golden Week (China) .

Golden Week (ゴールデンウィーク Gōruden Uīku?) atau Minggu Emas adalah periode di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei di Jepang yang memiliki serangkaian hari libur resmi. Periode Golden Week bergantung pada tahunnya, tapi dimulai sekitar 29 April dan berakhir sekitar 5 Mei. Liburan bisa menjadi agak panjang bila ditambah dengan hari terjepit dan akhir pekan.

Golden Week disingkat sebagai GW, dan sering disebut Ōgata renkyū (大型連休? liburan berturutan skala besar) atau Ōgon shūkan (黄金週間? minggu emas). Sejak tahun 2007, sepanjang periode Minggu Emas terdapat 4 hari libur:
*Hari Shōwa (29 April)
*Hari Peringatan Konstitusi (3 Mei)
*Hari Hijau (4 Mei)
*Hari Anak-anak (5 Mei)

Selain itu, perusahaan dan industri sering meliburkan diri pada tanggal 1 Mei untuk memperingati Hari Buruh (Rōdōsai), walaupun bukan merupakan hari libur resmi di Jepang.

Liburan Golden Week tahun 2008 menjadi lebih panjang sehari sesuai dengan kebijakan tahun 2005 yang memindahkan hari libur yang jatuh di hari Minggu ke hari Senin. Di tahun 2008, Hari Hijau jatuh pada hari Minggu 4 Mei, sehingga dipindahkan ke hari Selasa 6 Mei agar tidak jatuh di hari Senin tanggal 5 Mei yang merupakan Hari Anak-anak.

Musim wisata


Golden week merupakan salah satu masa tersibuk bagi jasa transportasi dan pariwisata, bersama-sama dengan liburan musim panas, liburan Obon, dan Tahun Baru. Masa liburan digunakan untuk pulang ke daerah asal atau berwisata ke dalam dan luar negeri. Harga tiket pesawat terbang, paket wisata, dan tarif hotel menjadi lebih tinggi dari biasa. Kereta api dan shinkansen dipenuhi dengan penumpang hingga sebagian harus berdiri, dan jalan bebas hambatan menjadi macet.

Cuaca yang sejuk di sekitar Golden Week dimanfaatkan untuk penyelenggaraan matsuri di berbagai daerah di Jepang:
*Naha Hari Festival
*Hakata Dontaku
*Festival Bunga Hiroshima
*Hamamatsu Matsuri
*Hirosaki Sakura Matsuri

Sejarah

Istilah "Golden Week" merupakan salah satu contoh pseudo-anglisisme (Wasei-Eigo) yang ditulis dan dibaca seperti bahasa Inggris tapi merupakan istilah bahasa Jepang. Setelah pemerintah Jepang menetapkan undang-undang hari libur di tahun 1948, gedung-gedung bioskop kebanjiran penonton yang menghabiskan hari libur di akhir bulan April dan minggu pertama bulan Mei dengan menonton film. Pada waktu itu siaran televisi belum ada dan rakyat senang menghabiskan liburan dengan pergi menonton bioskop, berbelanja di toko serba ada, atau bepergian ke tempat wisata yang dekat-dekat.

Matsuyama Hideo dari perusahaan film Daiei Motion Picture menyebut minggu liburan ini sebagai "minggu paling luar biasa" bagi industri film di Jepang dan menamakannya "Golden Week". Istilah ini secara luas dipakai di kalangan pemilik gedung bioskop sebelum akhirnya dikenal masyarakat luas. Penjelasan lain mengatakan istilah "Golden Week" dipinjam dari kalangan stasiun radio di Jepang yang menyebut jam siar dengan pendengar terbanyak dengan istilah "Golden Time".

NHK dan beberapa surat kabar tidak menggunakan istilah "Golden Week", melainkan "Ōgata renkyū" (liburan berturutan skala besar). Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari "Golden Week" merupakan istilah dunia film, pemirsa atau pembaca surat kabar tidak semuanya bisa berlibur panjang, hingga penulisan yang memerlukan banyak aksara katakana.

23 Februari 2009

Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Ujian / Ulangan Pelajaran Sekolah Bagi Siswa SD, SMP, SMA Serta Mahasiswa

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

15 tips belajar bahasa Inggris


1.1. Tetapkan Tujuan

Agar lebih memotivasi diri Anda belajar, Anda harus mempunyai suatu tujuan yang hendak dicapai. Tujuan-tujuan tersebut dapat berjangka pendek ataupun panjang. Salah satu tujuan jangka pendek dalam belajar bahasa Inggris adalah belajar secukupnya agar dapat mereservasi sebuah kamar hotel. Sedangkan tujuan jangka panjang bisa berupa melanjutkan pendidikan di luar negeri, atau mendapat skor 6.5 untuk ujian IELTS.

1.2. Bersiaplah untuk Bekerja Keras
Belajar bahasa tidaklah mudah. Banyak orang yang mempunyai kesibukan lain selain belajar bahasa Inggris. Anda harus mengerti akan hal ini dan bersabar dalam proses belajar Anda. Namun tidak banyak yang akan Anda capai bila Anda tidak berusaha. Meskipun Anda memiliki guru terbaik di dunia, kemajuan Anda banyak bergantung pada diri Anda sendiri.


1.3. Luangkan Waktu

Banyak di antara kita mempunyai kehidupan yang sibuk dan biasanya tidak mudah untuk menambah hal baru ke dalam rutinitas sehari-hari kita. Belajar bahasa Inggris membutuhkan disiplin. Anda perlu meluangkan waktu untuk belajar dan benar-benar belajar pada saat itu. Tidak masalah bila Anda sesekali menunda belajar Anda karena terlalu lelah, tetapi jangan menjadikan itu suatu kebiasaan. Jadikan bahasa Inggris bagian yang tak terpisahkan dari jadwal rutinitas Anda.

1.4. Bertanyalah
ANDA BUKANLAH SPONGE BUSA! Jadi tidak mungkin Anda menyerap semua yang diajarkan dan tidak mempunyai hal-hal yang ingin ditanyakan. Jangan takut untuk bertanya, baik kepada teman atau guru bahasa Inggris Anda di sekolah atau tempat kursus.

1.5. Belajar Sendiri di Rumah
Mempunyai seorang guru yang akan memberikan instruksi dan bimbingan kepada Anda sangatlah penting. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat belajar sendiri di rumah. Jangan hanya mengeluarkan buku Anda saat Anda di dalam kelas.

1.6. Nonton Film Berbahasa Inggris
Ini adalah salah satu tip yang paling saya sukai. Menonton film adalah cara terbaik belajar bahasa non-formal sehari-hari dan melatih kemampuan mendengar. Anda tidak harus mengerti setiap kata di dalam film. Film-film dengan dialog singkat, diikuti dengan jeda tanpa dialog adalah yang paling ideal – karena memberikan waktu untuk menyerap bahasa tersebut. Film romantis dan drama merupakan pilihan baik.

1.7. Dengarkan Lagu Bahasa Inggris
Musik bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk belajar bahasa Inggris. Lain kali jika Anda pergi ke tempat karaoke atau bernyanyi di depan TV rumah Anda, cobalah menyanyikan satu lagu bahasa Inggris. Ini cara yang baik untuk melatih mengekspresikan diri dalam berbahasa Inggris dan meningkatkan pengertian orang terhadap apa yang Anda katakan pada mereka dalam bahasa Inggris.

1.8. Membaca

Membaca adalah cara terbaik untuk belajar kosa kata baru. Cobalah membaca cerita-cerita pendek daripada cerita novel yang panjang. Biasanya cerita pendek terbagi dalam beberapa bab singkat yang dapat dibaca dan dianalisa bahasanya dengan lebih mudah. Anda tidak harus mengerti setiap kata yang tertulis. Coba mengerti artinya secara umum. Garisbawahi kata-kata yang tidak mengerti dan cobalah menerka artinya berdasarkan konteksnya. Lalu gunakan kamus Anda untuk mencari dan melihat apakah Anda benar. Gunakan pula graded readers (buku belajar membaca). Buku ini biasanya menyediakan sejumlah pertanyaan untuk menguji pemahaman Anda terhadap apa yang baru Anda baca.

1.9. Bergabung dengan English Corner

Beberapa tempat umum seperti toko buku biasanya mempunyai English Corner. Jangan malu-malu. Bergabunglah bersama mereka. Ajukan pertanyaan. Hal ini merupakan kesempatan bertemu dengan orang-orang yang tertarik untuk belajar bahasa Inggris seperti Anda.

1.10. Gunakan Internet
Internet adalah penemuan yang menakjubkan, yang mengubah cara hidup kita. Walaupun menyenangkan bisa membaca “People” setiap hari atau ngobrol dengan teman-teman secara online, rasanya sia-sia bila kita tidak menggunakan internet untuk belajar bahasa. Banyak pula tempat kursus bahasa Inggris yang menyediakan aplikasi belajar online secara cuma-cuma. Tentu saja masih banyak yang bisa Anda lakukan sendiri.


1.11. Baca Surat Kabar Berbahasa Inggris
Tersedia beberapa surat kabar yang menyediakan informasi dan materi yang menarik untuk dibaca. Misalnya Jakarta Post. Anda dapat membaca bagian surat kabar yang Anda minati, baik Sports, Business atau bahkan Classifieds.

1.12. Dengarkan Radio
Semua radio di seluruh dunia secara virtual terhubung dengan internet. Jangan puas hanya dengan VOA dan BBC. Masih banyak pilihan menarik lainnya. Coba dengarkan radio dari bagian dunia yang menggunakan bahasa Inggris, Disney Radio dapat menjadi salah satu pilihan menarik dan menyenangkan.

1.13. Chat

Anda dapat menggunakan MSN, Yahoo! dan program chat lainnya untuk bercakap-cakap dalam bahasa Inggris secara online. Coba cari beberapa teman Anda yang berbahasa Inggris. Bila Anda menggunakan Skype, ajak teman-teman Anda untuk menggunakannya juga dan telepon mereka secara gratis melalui komputer Anda.

1.14. Jangan Malu-malu
Ada beberapa cara kuno yang walaupun aneh kedengarannya namun bisa membantu:
Meningkatkan pelafalan Anda: Gunakan cermin untuk berlatih membuat bunyi-bunyi yang sulit dalam bahasa Inggris; rekam saat Anda berbicara bahasa Inggris dan dengarkan setelahnya, perhatikan penekanan, intonasi dan fonem Anda.
Berpikir dalam bahasa Inggris: Lakukan percakapan imajinasi Anda dalam bahasa Inggris. Pikirkan apa yang hendak Anda katakan.
Berbicaralah dengan teman Anda menggunakan bahasa Inggris: Cobalah berbicara dalam bahasa Inggris dengan teman-teman Anda – baik di dalam maupun di luar kelas bahasa Inggris. Tidak perlu kuatir dengan pelafalan yang kurang bagus – berbicara secara teratur akan meningkatkan rasa percaya diri Anda dan Anda akan maju lebih pesat.

1.15. Untuk Orang Tua
Anak-anak dengan orang tua yang terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka biasanya menjadi lebih sukses. Tunjukkan perhatian Anda melalui komunikasi dengan anak-anak Anda tentang apa yang mereka pelajari di sekolah atau tempat kursus:
· Periksa pekerjaan rumah mereka dan bantu mereka sebanyak yang Anda bisa
· Bila anak Anda mwengikuti kursus bahasa Inggris, pastikan mereka menggunakan semua kaset yang Anda bayar di awal kursus. Banyak anak-anak yang bahkan tidak membuka bungkusan plastik kasetnya. Anak Anda dapat belajar banyak dari materi ulangan dari setiap unit di kaset tersebut.
· Apabila Anda dapat sedikit berbahasa Inggris, jangan takut untuk menggunakannya dengan anak Anda. Jangan takut anak Anda akan belajar pelafalan yang salah – ini salah satu alasan Anda mengirimkan anak belajar bahasa Inggria! Semakin banyak interaksi anak Anda dengan bahasa Inggris, semakin bagus kemampuan berbahasa mereka.
· Doronglah anak Anda untuk membaca sebanyak mungkin dalam bahasa Inggris. Sangat penting untuk memilih materi yang cocok bagi anak Anda. Saat ini sudah tersedia berbagai pilihan bacaan di toko buku yang sesuai untuk anak Anda.
· Biarkan mereka menonton film kartun dan film lainnya dalam bahasa Inggris. Anak-anak senang dengan film kartun, dan menontonnya dalam bahasa Inggris meningkatkan keinginan belajar mereka.
· Salah satu cara terbaik dalam membantu pendidikan anak Anda adalah dengan melibatkan diri.